Senin, 25 Januari 2010

ASKEP PADA KASUS TUMOR OTAK

Perubahan perfusi jaringan otak b/d kerusakan sirkulasi akibat penekanan oleh tumor.
Data penunjang: peruabhan tingkat kesadaran, kehilangan memori, perubahan respon sensorik/motorik, gelisah, perubahan tanda vital.
Kriteria hasil: Tingkat kesadaran stabil atau ada perbaikan, tidak adan tanda – tanda peningaktan TIK.

Intervensi
Pantau status neurologis secara teratur dan bandingkan dengan nilai standar.
Pantau tanda vital tiap 4 jam.
Pertahankan posisi netral atau posisi tengah, tinggikan kepala 200-300.
Pantau ketat pemasukan dan pengeluaran cairan, turgor kulit dan keadaan membran mukosa
Bantu pasien untuk menghindari/membatasi batuk, muntah, pengeluaran feses yang dipaksakan/mengejan.
Perhatikan adanya gelisah yang meningkat, peningkatan keluhan dan tingkah laku yang tidak sesuai lainnya.

Rasionalisasi
Mengkaji adanya perubahan pada tingkat kesadran dan potensial peningaktan TIK dan bermanfaat dalam menentukan okasi, perluasan dan perkembangan kerusakan SSP.
Normalnya autoregulasi mempertahankan aliran darah ke otak yang stabil. Kehilanagn autoregulasi dapat mengikuti kerusakan vaskularisasi serebral lokal dan menyeluruh.
Kepala yang miring pada salah satu sisi menekan vena jugularis dan menghambat aliran darah vena yang selanjutnya akan meningkatkan TIK
Bermanfaat sebagai indikator dari cairan total tubuh yang terintegrasi dengan perfusi jaringan.
Aktivitas ini akan meningkatkan tekanan intra toraks dan intra abdomen yang dapat meningkatkan TIK
Petunjuk non verbal ini mengindikasikan adanya penekanan TIK atau mennadakan adanya nyeri ketika pasien tidak dapat mengungkapkan keluhannya secara verbal.






Nyeri b/d peningkatan tekanan intrakranial.
Data penunjang: klien mengatakan nyeri, pucat pada wajah, gelisah, perilaku tidak terarah/hati – hati, insomnia, perubahan pola tidur.
Kriteria hasil: Klien melaporkan nyeri berkurang/terkontrol, klien menunjukkan perilaku untuk mengurangi kekambuhan.
Intervensi:
Teliti keluhan nyeri: intensitas, karakteristik, lokasi, lamanya, faktor yang memperburuk dan meredakan
Observasi adanya tanda-tanda nyeri non verbal seperti ekspresi wajah, gelisah, menangis/meringis, perubahan tanda vital.
Instruksikan pasien/keluarga untuk melaporkan nyeri dengan segera jika nyeri timbul.
Berikan kompres dingin pada kepala.

Rasionalisasi
Nyeri merupakan pengalaman subjektif dan harus dijelaskan oleh pasien. Identifikasi karakteristik nyeri dan faktor yang berhubungan merupakan suatu hal yang amat penting untuk memilih intervensi yang cocok dan untuk mengevaluasi keefektifan dari terapi yang diberikan.
Merupakan indikator/derajat nyeri yang tidak langsung yang dialami
Pengenalan segera meningkatkan intervensi dini dan dapat mengurangi beratnya serangan.
Meningkatkan rasa nyaman dengan menurunkan vasodilatasi.

Kurang pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan pengobatan b/d ketidakmampuan mengenal informasi.
Data penunjang: Klien dan keluarga meminta informasi, ketidakakuratan mengikuti instruksi, perilaku yang tidak tepat.
Kriteria hasil: Klien/keluarga mengungkapkan pemahaman tentang kondisi dan pengobatan, memulai perubahan perilaku yang tepat.

Intervensi
Diskusikan etiologi individual dari sakit kepala bila diketahui.
Bantu pasien dalam mengidentifikasikan kemungkinan faktor predisposisi.
Diskusikan mengenai pentingnya posisi/letak tubuh yang normal.
Diskusikan tentang obat dan efek sampingnya.

Rasionalisasi
Mempengaruhi pemilihan terhadap penanganan dan berkembnag ke arah proses penyembuhan.
Menghindari/membatasi faktor-faktor yang sering kali dapat mencegah berulangnya serangan.
Menurunkan regangan pada otot daerah leher dan lengan dan dapat menghilangkan ketegangan dari tubuh dengan sangat berarti
Pasien mungkin menjadi sangat ketergantungan terhadap obat dan tidak mengenali bentuk terapi yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar